Postingan

Menjawab Kerisauan Bundo Mega : Gamawan Fauzi dan Hasril Chaniago

Gambar
Menjawab Kerisauan  Bundo Mega Foto: Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (Foto: Tangkapan layar YouTube) Jakarta  -  Dalam enam bulan belakangan, paling tidak Ketua Umum PDI Perjuangan dan Presiden ke-5 RI  Megawati Soekarnoputri  dua kali menyampaikankan keririsauannya tentang Sumatera Barat dan Minangkabau umumnya. Pernyataan pertama pada welcome speech dalam Webinar "Bung Hatta Inspirasi Kemandirian Bangsa" 12 Agustus 2021. Kedua, Senin (10/1/22) pernyataan lebih kurang sama disampaikan lagi dalam pidato politik pada acara peringatan HUT ke-49 PDI Perjuangan yang dilaksanakan secara virtual. Pada intinya ada tiga hal yang disampaikan Bundo  Mega  dalam kedua kesempatan itu. Pertama, Sumatera Barat atau Minangkabau sudah berbeda dari yang beliau kenal, karena niniak mamak tidak tampak lagi oleh warga Sumatera Barat. Kedua, beliau bertanya kepada buya Syafii Maarif, kenapa Sumatera Barat berubah? Sudah tidak ada lagi tradisi musyawarah mufakat niniak mamak. Ketiga, Sumat

In Memoriam Mafri Amir: Wartawan, Akademisi dan Ormas

Gambar
http://www.shofwankarim.blogspot.com Dr. H. Mafri Amir, M.A In Memoriam(1) :   Mafri Amir,   Wartawan, Akademisi dan Ormas Oleh Shofwan Karim In Memoriam(1) :   Mafri Amir,   Wartawan In Memoriam(1) :   Mafri Amir bersama isterinya Roslaini Oleh Shofwan KarimOleh Shofwan Karim Mafri Amir, lengkapnya   Dr. Drs. H. Mafri Amir, B.A., M.A. Sebagian teman memanggil Mafri Amir, sejak muda dengan kependekan MA. Perawakan badan bulat, kening lebar, rambut lurus, dan tinggi sedang.   Postur rata-rata Baby Boomer   ada pada MA. Cocok dengan   teori generasi pra-milenial, tokoh berusia 63 tahun itu. MA adalah   sahabat semua orang kenalan lama atau baru.   Beberapa pekan lalu,   sahabat karib ini masuk rumah sakit.   Saya bertanya kepada, Rifa, putri MA. Katanya sudah pulang ke rumah di Pamulang.   Saat itu masa terapi di rumah dan sudah banyak perkembangan. Keluarga kami   berencana akan berkunjung-bezook Selasa, 28/12/. Kata Rifa, “baik pak,   selesai beliau terapi”.   Tiba-tiba pagi 27/12 lalu