Postingan

Beban Bumi Semakin Berat Oleh AS Maarif

Gambar
Beban Bumi Semakin Berat Kehidupan di bumi adalah sebuah drama dahsyat yang tidak mudah dipahami. OLEH  AHMAD SYAFII MAARIF Angka-angka penduduk bumi berikut ini adalah perkiraan belaka, tetapi menarik untuk dicatat yang diramu dari berbagai sumber. Dari PRB ( Population Reference Bureau ) Amerika Serikat, sampai tahun 2016 manusia yang pernah hidup di muka bumi berjumlah 108, 2 miliar. Sebagian besar telah mati ditelan tanah. Tahun 1900, jumlah manusia seluruhnya adalah 1,5 miliar; tahun 2017 ada pada angka 7,6 miliar; tahun 2021 angka itu naik menjadi 7.854.965.732. Menurut perkiraan PBB, tahun 2050 akan melonjak menjadi 9,8 miliar. Bagaimana dengan umat Muslim tahun 2050? Akan ada pergeseran angka yang perlu disimak. Jika pada 2021 ini penduduk Muslim terbesar masih berada di Indonesia. Tahun 2050 akan disalib oleh Muslim India dan Pakistan, maka jumlah Muslim India menjadi yang terbesar (310,66 juta), Pakistan (273,11 juta), Indonesia (256,82 juta), Bangladesh (182,36 juta)....

H. BASRIL DJABAR: TERBEBAS DARI RAYUAN POLITIK UNTUK KEKUASAAN

Gambar
http://www.shofwankarim.blogspot.com 21 April 2009, peluncuran Otobiogafi H Basril Djabar oleh Mendagri (2009-2014) dan Gubernur Sumbar (2005-2009) Dr. H. Gamawan Fauzi, S.H., M.M  . BASRIL DJABAR: TERBEBAS DARI RAYUAN POLITIK UNTUK KEKUASAAN Oleh Shofwan Karim Menulis tentang seorang tokoh “beken” tentu banyak dimensi yang saling berhimpitan . Didalam khazanah intelektual dan hati nurani, dimensi ketokohan seseorang itu sulit dijelaskan dengan kata dan kalimat atau diksi tulisan. Akan tetapi kata dan kalimat adalah sarana yang tak bisa dikesampingkan ketika seorang tokoh mau dibicarakan. Seorang tokoh bukan karena ditokohkan, apalagi melalui proses formalitas dan pabrikasi birokrasi, produk publikasi media dan wacana politik. Di dalam sejarah Minangkabau klasik dan modern, hampir tidak ada tokoh-tokoh besar masa lalu menjadi tokoh karena semata-mata dipilih dalam Pemilu. Mereka berjuang dengan suka dan duka. Bahkan kadang-kadang dengan airmata dan pengorbanan jiwa. Sebutlah Dr. H....

Prof . Azra: Krisis Melayu Malaysia (1)

Gambar
http://www.shofwankarim.blogspot.com

Siapa yang Memilih?

Gambar
*Entah siapa yg menulis Artikel ini yg sangat Luar Biasa Briliant... berpikir dgn akal Logika yg Sangat Waras...*  Coba Berpikir seandainya Dia adalah Saya...🙏🏻👇🏼 *WARISAN* Kebetulan saya lahir di Indonesia dari pasangan Muslim, maka saya beragama Islam. Seandainya saja saya lahir di Swedia atau Israel dari keluarga Kristen atau Yahudi, apakah ada jaminan bahwa hari ini saya memeluk Islam sebagai agama saya? Tidak... Saya tidak bisa memilih dari mana saya akan lahir dan di mana saya akan tinggal setelah dilahirkan.  Kewarganegaraan saya warisan, nama saya warisan, dan agama saya juga warisan. Untungnya, saya belum pernah bersitegang dengan orang-orang yang memiliki warisan berbeda-beda karena saya tahu bahwa mereka juga tidak bisa memilih apa yang akan mereka terima sebagai warisan dari orangtua dan negara. Setelah beberapa menit kita lahir, lingkungan menentukan agama, ras, suku, dan kebangsaan kita. Setelah itu, kita membela sampai mati segala hal yang bahkan tidak perna...

YPKM di Lewakan dan Saudagar Emas Minangkabau

https://covesia.com/archipellago/110597/merayakan-kebudayaan-minangkabau-di-ladang-tari-nan-jombang-rabu-esok/ https://news.m.klikpositif.com/baca/89889/pusat-kebudayaan-minangkabau-dirayakan-rabu-malam-ada-launching-buku-arnis-saleh.html https://sumbar.antaranews.com/berita/435806/pusat-kebudayaan-minangkabau-tawarkan-lima-program-strategis https://langgam.id/didirikan-sejak-2015-pusat-kebudayaan-minangkabau-segera-diresmikan/

Mentari Berkemajuan: Buya Hamka: Negara Islam

Mentari Berkemajuan: Buya Hamka: Negara Islam :   ibtimes.id Buya Hamka: Negara Islam By Noor Chozin Agham 12-15 minutes ...

Mentari Berkemajuan: Irman Gusman: Negara ini Terlalu Banyak Pemimpin, ...

Mentari Berkemajuan: Irman Gusman: Negara ini Terlalu Banyak Pemimpin, ... :   Irman Gusman: Negara ini Terlalu Banyak Pemimpin, Tapi Sedikit Kepemimpinan - Faham Indonesia Irman Gusman: Negara ini Terlalu Banyak Pemi...