Mohammad Natsir (1908-1993) Oleh Shofwan Karim Mohammad Natsir adalah seorang tokoh kunci dan pejuang yang gigih mempertahankan negara kesatuan RI, yang sekarang menjadi pembicaraan hangat karena melemahnya rasa kesatuan bangsa sebagai akibat reformasi yang kebablasan. Berkali-kali dia menyelamatkan Republik dari ancaman perpecahan. Ia lah yang pada tahun 1949 berhasil membujuk Syafruddin Prawiranegara, yang bersama Sudirman merasa tersinggung dengan perundingan Rum-Royen, untuk kembali ke Jogya dan menyerahkan pemerintahan kembali kepada Sukarno Hatta. Dia jugalah kemudian yang berhasil melunakkan tokoh Aceh, Daud Beureuh yang menolak bergabung dengan Sumatera Utara pada tahun 1950, terutama karena keyakinan Daud Beureuh akan kesalehan Natsir, sikap pribadi yang tetap dipegang teguh sampai akhir hayatnya. Natsir juga seorang tokoh pendidik, pembela rakyat kecil dan negarawan terkemuka di Indonesia pada abad kedua puluh. Kemudian ketika kegiatan politiknya dihambat oleh penguasa, dia ...
http://www.shofwankarim.blogspot.com Martyasari Rizky Istana Wanti-Wanti Harga Minyakita, Kemendag Jawab Begini Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak goreng kemasan sederhana merek Minyakita kembali menjadi sorotan Kantor Staf Presiden (KSP). Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, Edy Priyono menyebut harga rata-rata Minyakita secara nasional masih jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter. "Minyakita yang jelas dari pantauan, harganya secara rata-rata nasional masih cukup jauh di atas HET. Memang masih ada yang tidak melebihi HET, ada di kabupaten Jember, Sidenreng Rappang, Palu, Majene, dan Ogan ini masih sesuai dengan HET. Tapi yang seperti ini tidak banyak," kata Edy dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Senin (20/1/2025). Bahkan, lanjut dia, di Kabupaten Mesuji yang termasuk dalam 10 daerah dengan harga terendah, Minyakita dijual di angka Rp16.000 per liter. "Kalau Rp16.000 masih bis...
Surat Shofwan Karim dari Kairo : Hifzi, Pengurus Wisma Nusantara Kairo Mahasiswa dari Piladang. Pak Darlis dan sahabat-sahabat persku Hasril, Zaili, Eko di Sgl, MM, Padek dan Haluan Yth. Kepada salah seorang di antara sahabatku, kemarin saya berjanji untuk menulis terus dalam perjalanan ini. Seperti yang sudah saya tulis sebelum keberangkatan kemarin, (entah sudah bapak terima dan baca) dalam email, kami berangkat dari Padang Pukul 12.55 dengan Garuda GA 844. Setelah transit di PekanBaru kami sampai di Singapura pukul 16.15 waktu Singapuara. Pukul 06.40 pagi ini (Kamis, 22/7) saya Imnati dan Adam sampai di Bandara internasional Kairo. Ada sedikit perbedaan proses imigrasi. Di Singapura dan Bangkok pemeriksaan imigrasi dan barang dilakukan secara otomotis dengan kotak sinar X ketika masuk dan keluar. Ini sudah biasa di seluruh ariport di dunia. Di sini, kotak Sinar X itu meskipun ada tidak terlalu diperlukan. Setelah ceking pasport dan slip kedatangan, oleh petugas di balik kaca lintas ...
Komentar