Postingan

Fobia Islam VS Ekstremisme?

Gambar
  Kolom Gambar: JIBPost.ID   Memberantas Fobia-Islam   by   Redaksi JIBPost     19 Maret 2022 Jika fobia-Islam pada satu pihak terus menyintas, tetapi juga ada ekstrimisme Islam yang terus bertahan dan berkecenderungan meningkat, lantas apa yang harus dilakukan? Azyumardi Azra, CBE Profesor Sejarah dan Kebudayaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Majelis Umum PBB (UNGA) memproklamasikan 15 Maret sebagai Hari Internasional Memberantas Islamo-Fobia ( the International Day to Combat Islamophobia ). Kosa kata yang digunakan sangat kuat; bukan ‘melawan’ ( to fight ), tapi ‘memberantas’ ( to combat ). Tanggal 15 Maret dipilih, karena pada Jumat 15 Maret 2019 terjadi serangan teroris bersenjata senapan otomatis di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru yang menewaskan 51 jamaah dan melukai sekitar 40 lainnya. Diambil dari:  https://jibpost.id/memberantas-fobia-islam/ Untuk memberantas Islamo-Fobia, MU PBB di markas besarnya di New York dalam penetapan itu (1...

Ritual Kendi Nusantara Menuai Polemik di Sumbar, Muhammadiyah: Mari ''Cooling Down'' Dulu

Gambar
http://www.shofwankarim.blogspot.com Ritual Kendi Nusantara Menuai Polemik di Sumbar, Muhammadiyah: Mari ''Cooling Down'' Dulu https://www.covesia.com/113814/ritual-kendi-nusantara-menuai-polemik-di-sumbar-muhammadiyah-mari-cooling-down-dulu

Menjawab Kerisauan Bundo Mega : Gamawan Fauzi dan Hasril Chaniago

Gambar
Menjawab Kerisauan  Bundo Mega Foto: Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (Foto: Tangkapan layar YouTube) Jakarta  -  Dalam enam bulan belakangan, paling tidak Ketua Umum PDI Perjuangan dan Presiden ke-5 RI  Megawati Soekarnoputri  dua kali menyampaikankan keririsauannya tentang Sumatera Barat dan Minangkabau umumnya. Pernyataan pertama pada welcome speech dalam Webinar "Bung Hatta Inspirasi Kemandirian Bangsa" 12 Agustus 2021. Kedua, Senin (10/1/22) pernyataan lebih kurang sama disampaikan lagi dalam pidato politik pada acara peringatan HUT ke-49 PDI Perjuangan yang dilaksanakan secara virtual. Pada intinya ada tiga hal yang disampaikan Bundo  Mega  dalam kedua kesempatan itu. Pertama, Sumatera Barat atau Minangkabau sudah berbeda dari yang beliau kenal, karena niniak mamak tidak tampak lagi oleh warga Sumatera Barat. Kedua, beliau bertanya kepada buya Syafii Maarif, kenapa Sumatera Barat berubah? Sudah tidak ada lagi tradisi musyawarah mufakat nin...

In Memoriam Mafri Amir: Wartawan, Akademisi dan Ormas

Gambar
http://www.shofwankarim.blogspot.com Dr. H. Mafri Amir, M.A In Memoriam(1) :   Mafri Amir,   Wartawan, Akademisi dan Ormas Oleh Shofwan Karim In Memoriam(1) :   Mafri Amir,   Wartawan In Memoriam(1) :   Mafri Amir bersama isterinya Roslaini Oleh Shofwan KarimOleh Shofwan Karim Mafri Amir, lengkapnya   Dr. Drs. H. Mafri Amir, B.A., M.A. Sebagian teman memanggil Mafri Amir, sejak muda dengan kependekan MA. Perawakan badan bulat, kening lebar, rambut lurus, dan tinggi sedang.   Postur rata-rata Baby Boomer   ada pada MA. Cocok dengan   teori generasi pra-milenial, tokoh berusia 63 tahun itu. MA adalah   sahabat semua orang kenalan lama atau baru.   Beberapa pekan lalu,   sahabat karib ini masuk rumah sakit.   Saya bertanya kepada, Rifa, putri MA. Katanya sudah pulang ke rumah di Pamulang.   Saat itu masa terapi di rumah dan sudah banyak perkembangan. Keluarga kami   berencana akan berkunjung-bezook Selasa, 28/12/. K...